Menu Tutup

Tumakke | Tongkonan Papa Batu Tumakke

Tumakke merupakan salah satu ikon budaya Toraja dimana di situs ini terdapat rumah adat tua yang seluruh atapnya terbuat dari lempengan batu. Letaknya berada di Lembang Banga’, kecamatan Rembon, Tana Toraja, berjarak sekitar 10 km dari kota Makale.

Tongkonan papa batu artinya rumah adat yang beratapkan batu. Berasal dari kata “Tongkonan” sebutan untuk rumah adat Toraja, “papa” (Toraja : atap) dan “batu” (batu). Rumah adat klasik ini diperkirakan telah berusia sekitar 700 tahun dan merupakan satu-satunya rumah tongkonan di Toraja yang beratapkan batu.

Tongkonan papa batu Tumakke : rumah adat beratapkan batu

Tongkonan Tumakke memiliki ukuran panjang sekitar 20 m, lebar 5,30 m dan tinggi 5,70 m. Dibangun sesuai dengan arah dalam tradisi arsitektur rumah adat Toraja yaitu utara selatan. Jumlah tiang seluruhnya ada 53 buah yang dialas dengan umpak dari batu alam.

Seluruh bagian bangunan kecuali atap menggunakan bahan kayu. Atapnya menggunakan batu padas dan andesit yang berbentuk lempengan pipih dengan ukuran rata-rata 40-50 cm (lebar), 30-60 cm (panjang) dan 5-7 cm (ketebalan). Batu-batu ini dilubangi pada ujungnya kemudian diikatkan dengan tali alami (rotan atau ijuk) ke kayu penahan atap. Bubungan atap menggunakan bambu.

Tongkonan Tumakke memiliki peran sebagai tongkonan Batu A’riri, yakni tongkonan tempat membina persatuan dari sebuah keluarga. Status sosial dari penghuni tongkonan dapat terlihat dari jenis ukiran yang digunakan dan banyaknya tanduk kerbau yang terpasang pada tiang-tiang depan rumah. Jenis ukiran dan jumlah tanduk kerbau menjadi penanda bahwa penghuni dari rumah tongkonan tersebut adalah bangsawan.

Seperti halnya tongkonan-tongkonan tua yang lain di Toraja, Tongkonan Papa Batu disakralkan oleh keluarga dan masyarakat setempat. Pengunjung harus meminta ijin kepada keluarga penghuni tongkonan jika ingin naik keatas rumah. Ada hal-hal yang tak boleh dilanggar. Salah satunya, bila seseorang ingin memasuki rumah tersebut maka ia harus mengetukkan kepalanya sebanyak tiga kali pada ambang pintu rumah.

Reference : Bibliography 043

Related post :   Buntu Pune | Situs purbakala & pemukiman tradisional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!