Menu Tutup

Sirope | Situs purbakala Lion Tondok Iring

Fakta sejarah yang melekat turun temurun di Sirope adalah sesuatu yang sangat menarik untuk ditelusuri. Jadi sebelum berkunjung ke Sirope sebaiknya anda tahu ulasan historisnya.
Situs purbakala Sirope

Situs purbakala Sirope memiliki banyak erong yang digunakan untuk pemakaman oleh masyarakat sekitar pada masa lalu.

Erong tersebut didatangkan dari daerah Sa’dan yang dibawa menyusur sungai Sa’dan. Erong-erong di Sirope tertata dengan baik dan pada awalnya tergantung pada tebing batu cadas. Meskipun kini tidak lagi tergantung di tebing batu cadas namun erong-erong tersebut masih terawat dengan baik.

Erong adalah tempat penyimpanan mayat yang terbaik sebelum zaman besi dimana masyarakat mulai memahat batu untuk pemakaman. Oleh karena itu kalangan bangsawan dan masyarakat yang mampu akan membeli erong sebagai pemakaman.

Sejarah Sirope dimulai sejak awal berdirinya kampung Lion Tondok Iring, berikut :

  • Tradisi menyebut, yang menjadi pendatang pertama di kampung ini adalah Puang Batan di Lomben yang bermukim di puncak gunung Lomben.
  • Kemudian disusul dengan kehadiran Puang Tarangenge yang membangun tongkonannya di atas puncak gunung Kambio Langi’ sekitar daerah Pa’gasingan.
  • Dua anggota Topadatindo yaitu Rere’ dan Sarongre memprakarsai terbentuknya desa Lion Tondok Iring dengan gelaran “Padang direngnge’ tondok patina lotong’.

Lion sendiri berasal dari kata “To lumion tondok to sumambe’ tama kali bintin” yang berarti pendiri negeri ini nan kokoh bagai patok yang tak tercabut.

Dinamakan “sirope”  atau “sirompa” yang artinya “pertemuan masyarakat dari beberapa kampung”, diputuskan dalam suatu musyawarah oleh beberapa kampung yakni Lion, Mandetek, Tondok Iring dan Mariali. Musyawarah diadakan untuk menentukan gua pemakaman bagi masyarakat sekitar kampung.

Situs ini terletak di Lion kelurahan Lion Tondok Iring, kecamatan Makale Utara, berjarak ± 2 km dari jalan poros Makale – Rantepao.

Reference : Bibliography 043

Related post :   Ollon | Lembah dengan lanskap yang spektakuler

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!