Menu Tutup

Peribahasa Toraja #bagian 3

Peribahasa Toraja : Bagian IIIBagian IBagian II

Senga’ diong tambukna laen di pudukna (Lain dihati lain di mulut) #Pembohong

Sengke-sengke to taru (Marah-marah seperti orang tuli) #Kemarahan yang meluap-luap karena tidak mampu mengendalikan emosi

Sikala’ rambu roya (Berhubungan rapat seperti kabut tebal) #Sesuatu yang tak dapat dipisahkan lagi karena sudah menyatu

Sikapunak tainna tu lompona (Kotoran dengan lemaknya bercampur) #Pekerjaan yang tidak karuan, acak-acakan

Sikabu’tuan tangnga tu pakena (Bertemu tipu dengan daya) #Yang menipu, ditipu kembali

Sipotete batu malelo’ (Saling memiliki batu licin) #Saling menjatuhkan

Sombopi batu tallanpi bura-bura (Kalau batu timbul dan buih-buih sudah tenggelam) #Perjanjian yang amat teguh,abadi

Susi bang tau-tau lampa (Seperti patung dari bambu) #Tidak dapat berbuat apa-apa

Susi bang serre’ sammang buku (Seperti kucing menggigit tulang) #Sedang marah serta mengomel tetapi tidak jelas suaranya

Susi bang to dipi’da’ tu kadanna (Bagaikan direkat kata-katanya) #Pembicaraannya tersusun baik dan teratur, mudah dimengerti

Susi bang uai lan kalo’tok mongngo’ (Seperti deru air dalam gua) #Suasana yang sangat gaduh, tidak pernah reda

Susi bang serre’ na balao (Seperti kucing dengan tikus) #Tidak pernah akur, selalu bermusuhan

Susi toussialai pa’puli (Seperti orang yang memperebutkan daging kerbau (pa’puli)) #Memperebutkan sesuatu menurut kekuatan

Susi bang to lalin disambakoi (Seperti lintah yang diberi air tembakau) #Orang yang langsung diam setelah dibalas pembicaraannya

Susi to uai diong dongka (Seperti air di daun talas) #Bimbang, tidak teguh pendirian

Susi bang to tang ungkande malassu (Seperti orang yang tidak pernah makan panas) #Orang yang tidak pernah merasakan perasaan sesamanya

Susi asu ussammang buku (Bagaikan anjing yang menggigit tulang) #Perkataan tidak jelas karena disertai dengan marah dan omelan

Susi bang lilling ala’ (Suaranya terlalu keras bagaikan serangga di hutan) #Ribut sekali seolah-olah memecahkan anak telinga

Susi bang sekke’ do tana’ (Bagaikan sekke’ (salah satu jenis burung) berbunyi diatas patok) #Orang yang cerewet sekali berbicara

Susi bang balao ungkabu’tui ono (Seperti tikus yang mendapatkan gabah) #Seseorang yang baru mendapatkan makanan sehingga sangat gembira

Susi bang to serre’ ullese ruaya (Seperti kucing yang menginjak bara api) #Orang yang sangat angkuh, sombong

Susi bang to asu sangpulodua anakna (Seperti anjing yang beranak dua belas) #Orang  yang sangat kurus

Susi bang nangka’ tobang (Seperti buah nangka yang jatuh) #Gampang jatuh dan ketika jatuh bunyinya keras

Susi bang tedong lapaburru’ (Seperti kerbau yang mendengus untuk menanduk) #Orang yang marah dan kelihatan garang

Susi bang toasu lapakeke’ (Seperti anjing yang mau menggigit) #Orang yang marah dan hampir-hampir memukul

Susi bang to ula’ lapatotok (Seperti ular yang akan mematuk) #Orang yang sangat marah dan tidak dapat menahan perasaan

Susi bang pia mane dadi (Seperti anak yang baru lahir) #Orang yang selalu rewel atau bodoh

Susi bang pia bongko (Seperti anak kecil yang bodoh) #Tidak tahu apa-apa

Susi bang parekkek (Seperti kodok) #Kurus sekali

Sumarikko’-rikko’ burinti bang (Lari dan bertingkah laku seperti burung-burung) #Orang gesit dan cekatan

Sunggarigi’-rigi’ susi asu kianak (Bertingkah seperti anjing beranak) #Orang yang marah dan kelihatan garang

Sumarikko’ serre’ lampung (Berlari seperti kucing liar) #Gesit, lincah dan cepat

Sulemoko ullio’ tondok, apa tae’ bangra mupolean (Engkau sudah kembali menjelajah, tetapi tidak membawa apa-apa) #Pulang dari perantauan, tetapi tidak ada perubahan, tetap begitu-begitu saja dan tidak ada pengalaman atau harta dibawa kembali

Sule langngan banua (Kembali ke atas rumah) #Kawin dengan kerabat sendiri yang masih dekat, masih satu tongkonan

Sule lako tampa rapa’na (Kembali kepada keadaannya yang seperti semula) #Sudah meninggal

Sule tama rapa’na rampanan kapa’ (Kembali kepada perkawinan yang tenteram) #Rujuk kembali

Sumake pondok tedong (Duduk di pantat kerbau) #Orang yang memihak baik lawan maupun kawan (berkepala dua), tidak dapat dipercaya

Sirau ta’nak, sialla’ pare-pare (Bercampur seperti bibit padi, berbaur bagai rumput) #Bercampur aduk dan tidak dapat dibedakan atau dipisahkan lagi

Sirondong lammai tambuk (Berdampingan dari dalam perut) #Bersaudara

Silono’ papa sitanda tarampak (Bersusun menurut aturan atap) #Bersusun menurut strata atau status sosial

Sitoe kande limanna (Memegang makanan tangannya) #Tertangkap basah dalam kejahatan

To umbendanni tongkonan (Orang yang berdiri di tongkonan) #Orang yang bertanggung jawab atau mengkoordinasi atau mengambil inisiatif untuk mendirikan tongkonan (ambe’ toma’rapu/pemimpin keluarga)

To tumoke’ buria’ (Orang yang bergantung keranjang) #Anggota keluarga dari suatu tongkonan yang statusnya sebagai koordinator

Tongkonan panglisuan aluk, pangngo’ tonanna bisara (pasio’ aluk) (Tongkonan pusat agama dan pusat bicara) #Tongkonan sebagai penentu agama dan hukum adat

Tobangmo batunna allo, ronno’mo mabua kalukunna (Inti mataharinya sudah jatuh, terbenam) #Tiada harapan akan muncul kembali

To makamban lindona urrangngi kada (Orang yang tebal mukanya mendengar kata-kata) #Orang yang tidak peduli perkataan orang lain

To makamban nasangngi (Mereka semua orang tebal) #Rumpun keluarganya rata-rata orang kaya

To makamban sepu’na (Pundi-pundinya tebal) Orang berduit

To makamban napengkayokki (Orang tebal tempatnya menggaruk) #Banyak segi yang diharapkan untuk menanggulangi kesulitannya

Tuo saruruan tangdo’na, kalimbuang paladanna (Tumbuh pancuran altarnya, mata air pelatarannya) #Orang kaya dan murah hati

Taalamo kada misa’ pandanan tengko situru’ (Mari kita mengambil kata satu) #Mari kita bersatupadu, seia sekata

Tondok mariri litakna, ti’dan masak karanganna (Negeri yang kuning tanahnya, seperti masak (kecoklatan) pasirnya) #Negeri yang sangat subur

Tae’bang namari’pi pudukna (Bibirnya tidak pernah tenang) #Orang yang selalu cerewet

Tae’ nadipatongan tu angin mangiri’ (Jangan percaya pada angin bertiup) #Jangan selalu percaya pada kabar angin atau berita-berita yang tidak jelas asal-usulnya

Tae’ nasangpapa’ri tu tau tu (Orang itu tidak hanya dalam selapis) #Orang itu bukan orang sembarangan

Tae’ nakande ala kurinna tau (Tidak memakan hasil belanga orang) #Tidak mengharapkan hasil keringat orang lain

Tae’bang narampaoina’ kada (Saya tidak pernah mendapatkan berita) #Saya tidak dihargai

Tae’ narapa’ tu lette’na rokko padang (Kakinya tidak rapat ke tanah) #Terlalu tangkas dalam berlari

Tae’ naden sikambunni’ (Kita jangan main kucing-kucingan) #Saling tertutup antara satu dengan lainnya

Tae’ namangngulampa tu kadammu (Kata-katamu tidak bertulang, beruas) #Pembicaraanmu tidak terarah atau tidak jelas sasaran

Tae’ natibungka’ sadangta ketang tassu’pi ma’pu’ta (Mulut tidak terbuka sebelum keringat menetes lebih dahulu) #Rezeki tidak datang dengan sendirinya sebelum kita bekerja keras

Tae’bang namamara pudukna (Tidak pernah kering mulutnya) #Ia tidak berhenti berkata-kata

Tae’ bangmo namenono’ lako padang (Tidak pernah lagi berjalan ke tanah) #Sudah tua atau selalu sakit-sakitan

Tae’ra kudisapin dio patungku (Saya tidak diganti pada bagianku) #Aku mampu memenuhi kewajibanku

Tae’ki’ lindona leko’ (Kita tidak ada yang bermuka terbalik) #Kita semua tidak ada orang lain, satu keluarga

Tae’ nalaronno’ lulangngan tu dong kayu (Daun kayu tidak akan jatuh keatas) #Sifat orang tua pasti ada yang diwarisi anaknya atau mempengaruhi sifat-sifat anaknya

Tae’ namale umbasa kayu senga’ tu kada (Perkataan itu tidak akan pergi mengena pohon kayu yang lain) #Kata-kata sumpah itu tidak mungkin mengena orang kalau bukan keluarga sendiri

Tae’ naden ma’kada penduan (Jangan berbicara dua kali) #Tegaslah dan tentukan sikap jangan tidak tentu pendirian

Tae’ naditossokbang tu matanna bale (Tidak boleh menusuk mata ikan) #Jangan menuduh seseorang secara terang-terangan dimuka umum

Tae’bang ma’bua tu kadanna (Kata-katanya tidak kedengaran) #Perkataannya tidak bermakna atau tidak mempunyai sasaran, tujuan

Tai manna ponno lan tambukna (Perutnya hanya penuh kotoran, tahi) #Bodoh sekali

Takua todiangka’ langngan langi’ (Seperti diangkat ke langit) #Terlalu gembira

Tallang turanan-Naki’ Puang, ao’ bela’-belaranna (Kita ini bambu dan aur yang dibutuhkan Tuhan) #Tidak perlu takut pada kematian karena hidup kita kepunyaan Tuhan

Tampak ropu, sapuan pala’ (Ujung kutuk, menyapu telapak tangan) #Kutukan yang amat berat sehingga yang dikutuk tidak mungkin menemui kebaikan untuk selama-lamanya

Tang diola boko’na tang dilamban tingayona (Tidak dilalui belakangnya, tidak dilewati depannya) #Orang yang sangat disegani dan ditakuti (biasanya raja-raja)

Tang ra’ba daun riu nalese (Daun rumput tidak rebah diinjaknya) #Orang yang kalem dan tenang

Tang dibela untulak langi’ (Kita tak mampu menopang langit) #Tidak berdaya menentang orang yang berkuasa

Tang rapa’ bulungku napobua’ (Tidak rapat bulu-bulu saya dibuatnya) #Tidak tenang perasaan disebabkan oleh sesuatu hal

Tang nalambi’ serre’ lampung nakondongngi tu pangge’na (Sampingnya tidak terjangkau dilompati oleh kucing liar) #Sudah dewasa secara fisik, tetapi belum dewasa berpikir

Tang diberu susuk, tang dibe’ko katonanan (Tidak berpindah seperti patok, tidak bergerak bagai tiang) #Sesuatu yang tidak boleh berubah-ubah

Tang manda’ dipobala kollong (Tidak kuat digunakan sebagai penjaga leher) #Tidak menjadikan kita selamat dalam hidup ini (tidak panjang umur)

Tae’bang nasisola solana tu kadanna (Kata-katanya tidak bercampur dengan temannya) #Apa yang diungkapkannya tidak dapat diterima oleh umum atau tidak sesuai dengan kebiasaan umum dalam masyarakat

Tang melo kelaparena’ ammi dena’ (Tidak baik kalau saya padi lalu kamu burung pipit) #Tidak baik kalau ada yang rugi ada yang untung, tetapi harus sama-sama menanggung segala resiko

Tang unnassai tallunna (Tidak mengerami telurnya) #Tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tuntas (orang yang membiarkan pekerjaan terbengkalai)

Tang untoe lampa kada (Tidak memegang potongan kata) #Tidak menepati kata-kata atau janji

Tang tiramba kasisi’na (Tidak terusir nyamuknya) #Tidak dapat berbuat apa-apa

Tang kilangnganni tu kadammu (Kami tidak dapat menaiki kata-katamu) #Kami tidak mampu melakukan atau tidak cocok dengan kehendakmu

Tang nale’ke’i kande (Makanan tidak melekat padanya) #Orang yang tetap kurus walau makanan apapun yang dia makan

Tang leluk lengko lilana (Tidak berubah gerak lidahnya) #Orang yang tegas pada pendirian

Tang ladibela tu launtampun matanna allo (Kita tidak sanggup menutup matahari dengan telapak tangan) #Kekuatan dan kebenaran tidak akan mungkin dibendung

Tang sisarak mata malotong na mata mabusa (Tidak terpisah bagian mata yang hitam dengan bagian mata yang putih) #Hubungan kekeluargaan yang tetap terpelihara walaupun ada pertentangan

Tang ladibela untulak allo lambun (Kita tak akan sanggup menopang matahari terbenam) #Kematian tidak bisa menghindar dari kematian

Tang dipakena napake (Bukan pakaiannya yang dipakai) #Kedudukannya tidak sesuai dengan nilai yang dipakaiannya

Tang kebukumo kada kupokada (Tidak bertulang lagi perkataanku) #Perkataan saya sudah tidak berharga lagi sehingga orang tidak mendengarnya

Tang melo ketarangga nasangki’ (Tidak baik kalau seperti kerbau yang bertanduk panjang lalu menjadi galak) #Tidak baik kalau semua berhati keras, harus ada yang lembut supaya ada persesuaian paham

Tang mennulu, tang mempollo’ tukadanna (Pembicaraannya tidak berkepala, tidak berpantat (akhir)) #Tidak diketahui apa yang dimaksudkannya atau apa yang diinginkannya

Tang melo kedipasibintei tu kada (Tidak baik kalau pembicaraan itu selalu berkelahi) #Carilah perdamaian

Tang ditandai rambu baana (Tidak diketahui bagaimana jaringan-jaringan lemak sekeliling anak limpanya) #Tidak diketahui apa kehendaknya

Tilende’ mata uase (Terpeleset bagai mata kapak) #Sudah terlanjur

Tibambang kami lamba’ki (Pohon kami sudah rebah atau tumbang) #Pembesar kami telah meninggal

Tiromi anggana londong (Lihatlah gerak-geriknya ayam jantan) #Perhatikanlah laki-laki perkasa itu

Tipalumbang kandianna (kurinna) (Tertelungkup piringnya (belanganya)) #Orang yang tidak dipekerjakan lagi sehingga menjadi penganggur

Tiparitik uai matanna (Air matanya terperas habis) #Ia sangat bersusah sedih

Tibalikna’ tumende gulingku (Saya kembali melalui jalanan  yang saya lalui waktu pergi) #Tidak ada perubahan sejak dahulu sampai sekarang

To bosi ongi’na to lollo’ passaronganna (Orang yang busuk tampuknya dan hancur penutupnya) #Orang yang sudah meninggal (sebutan halus bagi orang mati)

To misa’ dikombong, to sangkatoran lolo lan Yesu Karistu (Orang satu endapan , orang satu plasenta dalam Yesus Kristus) #Saudara sepengharapan di dalam Yesus Kristus

To mentia’ manuk-manuk (Orang yang terbang seperti unggas) #Petualang atau penganggur

To maluangan ba’tengna, tomassindung inayanna (Orang yang luas hatinya, bercaruk nuraninya) #Orang yang pandai, luas wawasannya, tidak gegabah dalam mengambil keputusan.

To ma’lite bumbungan ma’rara kayu sendana (Orang yang bergetah air susu, berdarah kayu cendana) #Keturunan raja dan kaya.


Reference : berbagai sumber

Related post :   Londe tondok Toraya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!