Menu Tutup

Pesona daya tarik wisata Toraja

Awalnya, orang Toraja adalah penganut agama tradisional yang disebut sebagai aluk todolo, yang dibawa dan disebarkan oleh leluhur mereka jauh sebelum agama samawi masuk. Kepercayaan tradisional ini telah berakar dalam kebudayaan Toraja, sehingga meskipun di era globalisasi penganut asli agama leluhur tinggal sedikit, orang Toraja masih mempertahankan tradisi leluhur mereka sampai saat ini. Setiap tahun, kebudayaan ini menarik minat ribuan turis untuk datang berkunjung.

Atraksi budaya menjadi daya tarik pertama bagi para turis. Selanjutnya ada situs-situs bersejarah, lanskap dan panorama alam yang fenomenal, ada destinasi bernuansa religi , agrowisata, kuliner tradisional dan sport tourism.

Wisata budaya ini adalah ciri khas Toraja yang telah melekat sejak lama dan tidak ada duplikatnya di seantero jagat.  Kegiatan budaya yang menonjol adalah ritual rambu solo’ (pemakaman khas suku Toraja), mangrara banua tongkonan (pentahbisan rumah adat) dan ritual ma’nene’ (perawatan makam dan jasad leluhur). Atribut budaya yang lain adalah makam gantung, pemakaman tebing, pemakaman bayi di pohon dan masih banyak yang lain.

Wisata sejarah meliputi banyak situs-situs purbakala dan  peninggalan dari masa kolonial. Ada pula pemukiman tradisional yang berusia ratusan tahun, museum, erong (peti kuno) dan simbuang (menhir).

Kekuatan dan keunikan budaya Toraja juga terlihat dalam bahasa, seni dan sastra yang digunakan dalam berbagai kegiatan adat , budaya maupun religi. Ukiran Toraja, tarian dan musik tradisional, tenun, kerajinan tradisional serta berbagai praktek kearifan lokal, semuanya adalah koleksi budaya Toraja yang bernilai tinggi sehingga menarik untuk dieksplorasi.

Bentang alam Toraja memiliki sangat banyak panorama yang luar biasa indahnya. Ada beragam spot dengan pemandangan di atas awan, lanskap terasering persawahan yang mengikuti kontur perbukitan dan lembah, gunung-gunung karst lengkap dengan tebing dan gua alamnya, pemandian alam serta padang savana. Toraja juga adalah gudangnya air terjun dan hutan lindung.

Objek wisata Buntu Burake dimana terdapat salah satu patung Yesus yang tertinggi didunia dan pusat ziarah rohani Sa’pak Bayo-Bayo merupakan dua dari beberapa destinasi religi yang ramai dikunjungi.

Beberapa hewan dan tanaman tertentu memiliki posisi penting dalam adat dan budaya orang Toraja. Ada 3 binatang utama yaitu kerbau, babi dan ayam. Ketiganya digunakan dalam ritual adat. Ada 4 tanaman penting : kopi, padi, bambu dan aren. Menelusuri bagaimana budidaya dan pemanfaatan 3 hewan dan 4 tanaman ini,  merupakan daya tarik dari wisata agro di Toraja.

Disamping itu ada beberapa varietas tanaman yang merupakan tanaman lokal dan menjadi ikon Toraja. Kopi Toraja sudah sangat mendunia dengan cita rasa dan aroma khasnya, lada katokkon, talas Baruppu’ serta padi-padi lokal.

Jangan lupa kuliner tradisional dengan makanan khas pa’piong (daging yang dimasak dalam bambu), masakan dengan bumbu hitam (pamarrasan), berbagai kue tradisional serta minuman tradisional.

Toraja juga memiliki sport tourism atau wisata olahraga. Beberapa event yang rutin diadakan diantaranya Toraja marathon dan trail adventure.  Sport tourism lainnya adalah paralayang, panjat tebing, caving (susur goa), trekking, arung jeram, hiking dan canyoneering.

Berkunjunglah ke Toraja. Meskipun Bali dikenal sebagai primadonanya Indonesia, tapi anda takkan pernah menemukan Toraja di Bali. Toraja ada di dunia yang sama sekali berbeda. Di suatu negeri yang dijuluki orang sebagai paradise, sacred highlands atau the land of heavenly kings.

Related post :   Bagaimana caranya ke Toraja?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!