Menu Tutup

Peribahasa Toraja #bagian 2

Peribahasa Toraja lanjutan : bagian II Lanjutan pribahasa-pribahasa Toraja yang dirangkum dari berbagai sumber baik tertulis maupun lisan. Kalimat pertama adalah peribahasa Toraja, bagian tengah merupakan arti kalimat dalam bahasa Indonesia dan kalimat ketiga adalah maknanya. — Bagian IIIBagian I

Ma’bulo sanglampa ma’ao’ tang kelesoan Bagaikan bulo (sejenis bambu kecil) seruas, seperti bambu aur yang tidak punya buku #Kepribadian yang jujur dan berhati lurus

Ma’bau tomate tallungbongi Berbau seperti orang yang telah meninggal selama tiga malam #Bau yang sangat busuk

Ma’dokko-dokko tang tongan Duduk-duduk yang tidak benar #Malas

Ma’dokko pada dandan, bendan pada ke’de’ Duduk sama rata berdiri sama tegak #Kesamaan kedudukan, derajat, sepenanggungan

Ma’dondo susi talimpuru’ Lari seperti angin puting beliung #Berlari cepat sekali

Maluna utan na kalette’ Sayur subur yang dipetiknya #Pendapatannya banyak

Malassu don talinganna Panas daun  telinganya #Marah

Malolo tambuk lendong Lurus bagaikan perut belut #Jujur dan tidak berbelit-belit

Male undalla’ tondok Pergi menjala negeri #Berpetualang

Male undaka’ kaletteran utan Pergi mencari petikan sayur #Pergi merantau mencari penghidupan

Misa’ri tengko taturu’  batakan disiulangngi Satu bajak kita ikuti, satu kaitan tali #Kita sudah menyatu dan mempunyai pemahaman yang sama

Manarang umpiak bannang, pande umpa’tallu beluak Pandai membelah benang, ahli membagi tiga sehelai rambut #Mampu menyelesaikan masalah sesulit apapun, dalam situasi apapun

Ma’uyun kayu ma’bakkan bolu Bagai serumpun kayu, seikat sirih #Bersama-sama, mempersatukan diri

Manda’mo tampona limbong biulin sapanna minanga Pematang kolam sudah kuat, bendungan sungai sudah selesai #Persatuan dan kesatuan sudah kuat, sehingga perpecahan dapat dihindari

Manarang umpi’da’ pindan, umparade gori-gori Pintar merekatkan piring batu, menjadikan guci utuh kembali #Pintar menyelesaikan masalah

Matua induk banu’ karurungan Tua bagaikan enau #Sudah lanjut umur, orang yang sudah tua

Manipi’na’ nabulu ra’rari Saya lebih tipis dari bulu laron #Orang lemah, tidak punya apa-apa

Mandappi’ langi’ nakarangngi Langit mudah (dekat) dia jangkau #Serba ada, segala sesuatu mudah didapatkan

Mekkondong oi tokko’ mekkondong oki’ Kalau katak melompat, kitapun ikut melompat #Selalu ikut-ikutan

Mambela bangsia tu saki na didaka’mo Penyakit masih jauh sudah dicari #Mencari atau melibatkan diri dalam suatu persoalan yang dapat membawa kepada kesulitan

Membaliang tedong diong tombangna Kerbau berbalik di kubangannya #Keadaan berbalik

Manarang ussuka’ bongi, ungkararoi malillin Pintar mengukur malam, mengetahui suasana gelap #Bijaksana dalam mengambil keputusan atau pilihan

Mangngarran bang dio banua Mengeram saja dirumah #Pemalas

Misa’ri tedong mettombang, nasilelemo solana nabubang Seekor kerbau berkubang, tetapi semua temannya terpalit olehnya #Hanya seorang yang salah tetapi semua terkena akibatnya

Malute umpasisuka’ allo na bongi Pandai mengukur lamanya siang dan malam #Orang yang arif dan bijaksana

Merroro tiku  tangkena, mengkulea’ balimbingna Tangkainya kemana-mana, akarnya pun menjalar kemana-mana #Mempunyai pengaruh yang luas

Nabutai pangngarru’na, nabombonni pangkia’na Buta terkena serutan bambu, disumbar guntingannya #Celaka akibat perbuatannya sendiri

Nakande mamata tupengkarangan Pekerjaan dimakan mentah  #Pekerjaan itu cepat diselesaikannya

Nalambi’mo dossona langkan, tumiangna manuk-manuk Sudah sampai sedihnya elang, tangisan burung-burung #Sudah meninggal

Napalele tomambela naissan to toyang tondok Disiarkan orang jauh, diketahui orang di seberang negeri #Tersiar kemana-mana

Ondo manna soyan manna Hanya tari dan lenggang saja #Orang yang tak berguna, hanya bisa bergaya

Pada tumangi’ko totumangi’, pada metaa to metaa Menangislah bersama orang menangis dan tertawa dengan orang yang tertawa #Berat sama dipikul ringan sama dijinjing

Panglembaraka kumua nasitongka’ Andaikata pikulan sehingga harus sama beratnya (seimbang) #Sesuatu hal tidak mungkin tuntas sampai sekecil-kecilnya sesuai dengan yang dikehendaki

Pakamandona la’bo’na pakke’ Hanya itu parang kepunyaannya #Milik satu-satunya

Rupari natangdibela disondai Hanya bentuk muka yang tidak dapat diganti #Bentuk wajah tak dapat diganti, namun tidak dengan sifat dan tingkah laku.

Lihat juga peribahasa Toraja : Bagian IBagian III

Reference : dari berbagai sumber

Related post :   Badong Umbating

1 Comment

  1. Pingback:Pribahasa tradisional Toraja, bag. 3 | langkanmaega.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!