Menu Tutup

Pango-Pango | Diatas langit Toraja

Pango-pango adalah nama dari sebuah gunung tertinggi di Makale Selatan. Destinasi yang satu ini tak kalah populernya dengan destinasi lain di Toraja. Seperti julukannya ‘diatas langit Toraja’, anda betul-betul seperti berada di langit Toraja.

Secara administratif Pango-Pango masuk kedalam 2 wilayah kelurahan, yakni  Tosapan dan Pasang, kecamatan Makale selatan, Tana Toraja. Pengunjung harus menempuh jarak ±8 km dari jalan poros Toraja – Makassar untuk mencapai puncak Pango-Pango.

View dari puncak Pango-Pango, foto ig@veraverr

Berada pada ketinggian lebih dari 1.600 mdpl sudah tentu membuat atmosfir Pango-Pango sangat sejuk dan dingin. Karena itulah agrowisata ini sangat direkomendasikan sebagai tempat rekreasi, menghilangkan stress maupun sebagai tempat camping. Disebut agrowisata karena memang tempat ini berkonsep agro. Ada hutan pinus, kakao, kopi pango-pango dan tanaman hortikultura lainnya yang dibudidayakan secara tradisional oleh penduduk setempat.

Akses jalan yang sudah sangat baik dan fasilitas yang semakin berkembang menjadikan Pango-Pango pilihan yang sempurna untuk dikunjungi.

Dukungan fasilitas seperti gazebo untuk bersantai, area parkir kendaraan, toilet, penginapan, wahana permainan seperti outbond, jembatan gantung dan flying fox, rumah hobbit, jalur setapak untuk menjelajahi rimbunnya hutan pinus dan berbagai spot keren untuk camping.

View dari atas Pango-Pango, foto ig@irsyadpoetragura

Dan kerennya lagi pengunjung bisa  menikmati gulungan awan yang menyelimuti perbukitan dibawahnya dengan hanya menyisakan puncak-puncak yang kelihatan. Juga pesona sunrise dan sunset disini dijamin top.

Selain lanskapnya yang sangat menawan, gunung ini juga memiliki sisi historis dimana Pango-pango mulai dikenal dan dijadikan sebagai pemukiman.

Puncak tertinggi di Pango-pango bernama Tendan Bara’ adalah tempat dimana Belanda membuat sebuah monumen tembok karena merupakan puncak yang sangat indah. Belanda Juga membuat perumahan di Pango-Pango ketika mereka berkuasa di Toraja.

photo by@wawan.vandita

Pada masa penjajahan Jepang, Pango-Pango dijadikan sebagai tempat perlindungan oleh masyarakat Toraja dan membuat rumah sementara diatas. Dari catatan sejarah, Jepang ternyata ikut juga keatas untuk membuat lubang-lubang perlindungan dan pemantauan terhadap musuh. Pandangan yang luas dari atas menjadi alasan mengapa Pango-Pango dijadikan tempat pelarian atau perlindungan pada masa penjajahan.

Menikmati sejuknya hutan pinus atau panorama dari puncak Pango-Pango sambil menikmati kopi Toraja bersama rekan atau keluarga adalah cara menghabiskan akhir pekan yang nikmat.

Related post :   Passilliran (baby grave) Ke'pe' Tinoring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!