Menu Tutup

Londa | Gua alam & cagar budaya

Bagi orang Toraja, kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan. Kematian bukanlah sebuah titik dimana kehidupan benar-benar berakhir. Manusia hanya beralih ke bentuk kehidupan yang lain. Sebuah falsafah yang mendasari mengapa hanya pemakaman Toraja yang betul-betul memiliki daya tarik.

Gua alam Londa Toraja, foto ig@sripermana

Leluhur dimakamkan didalam goa atau pada tebing karst yang dipahat bukan dalam tanah. Bentuk penghargaan terhadap leluhur dimana mereka tetap sejajar dengan dengan generasi mereka selanjutnya. Itulah sebabnya banyak sekali pemakaman kuno yang berupa tebing atau goa. Salah satu situs kuno tersebut adalah Londa.

Londa berlokasi di lembang Sangbua, kecamatan Kesu’, Toraja Utara,  berjarak sekitar 7 km dari kota Rantepao, ibukota Toraja Utara.

Londa adalah salah satu ikon pariwisata Toraja yang telah lama dikenal wisatawan. Dilokasi ini terdapat gua alam yang merupakan tempat pemakaman purbakala. Kedalaman gua sekitar 1.000 meter. Didalamnya terdapat ribuan tengkorak dan tulang belulang, serta erong (peti-peti kuno). Sampai sekarang gua Londa masih aktif digunakan sebagai tempat pemakaman. Meskipun demikian atmosfir dalam gua sama sekali tidak berbau.

Didalam goa terdapat sepasang tengkorak serta tulang belulangnya yang diidentikkan dengan kisah Romeo dan Juliet. Mereka adalah pasangan yang bunuh diri karena hubungan percintaan mereka tak direstui karena masih memiliki hubungan sebagai kerabat dekat.

Jika ingin memasuki goa, maka terdapat guide setempat yang dapat disewa untuk mengantar menelusuri goa.

Tebing Londa, foto ig@ganiwiyono

Terdapat sebuah tebing dimana peti-peti kuno ditempatkan yang tersusun secara vertikal dan ditopang oleh balok kayu. Pengaturan penempatan peti mati tersebut didasarkan pada strata sosial, semakin tinggi tempatnya berarti semakin tinggi pula status sosialnya dalam masyarakat.

Berdampingan dengan erong, terdapat satu tempat dimana tau-tau (patung) tersusun berjejer. Tau-tau adalah personifikasi bagi bangsawan yang telah meninggal. Rakyat biasa dan golongan hamba tidak dibuatkan tau-tau.

Secara historis goa Londa dijadikan lokasi pemakaman sejak abad ke-16 oleh dua orang bersaudara cucu dari Pabane dan Marin di Gandang, yaitu Tolengke dan Topangra’pa’ yang datang membangun pemukiman mereka di dekat Londa yang masuk wilayah adat Tadongkon.

Pada masa perang dengan Bone, mereka kemudian membangun benteng Tarangenge yang berada diatas punggung bukit Londa untuk mempertahankan wilayah mereka. Setelah perang berakhir maka mereka mulai memindahkan pemukiman ke lokasi yang lebih rendah yang berdekatan dengan sawah dan penggembalan ternak. Dan tetap menjadikan Londa sebagai pemakaman hingga kini.

Itulah Londa dengan sejarahnya. Tempat ini masuk kedalam list tentative ‘pemukiman tradisional Toraja’ yang didaftarkan untuk menjadi warisan dunia UNESCO.

Related post :   Marante Tondon | Situs purba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!