Menu Tutup

Lo’ko’mata | Pemakaman batu 530 tahun

Destinasi wisata yang satu ini telah lama dikenal dan dikunjungi oleh banyak wisatawan. Selain letaknya yang strategis dan bentuknya yang unik, sisi historisnya pun tak kalah menariknya. Wisata budaya Lo’ko’mata terletak Lembang Pangden kecamatan Tikala, Toraja Utara, tepat berada di pinggir jalan poros Rantepao – Pangala’/Sapan. Situs budaya ini telah berusia lebih dari 530 tahun dari sejak pertama digunakan.
pict by @ashtastar
Dinamai Lo’ko’mata karena batu alam yang dipahat ini menyerupai kepala manusia. Dalam bahasa Toraja terdiri atas 2 kata yaitu lo’ko’ artinya gua atau liang dan mata. Sebenarnya liang Lo’ko’mata bernama dassi dewata atau burung dewa, oleh karena liang batu ini merupakan tempat bertengger dan bersarangnya berbagai jenis burung yang indah warna bulunya dengan suaranya yang mengasyikkan namun kadang juga menakutkan. Kronologi pembuatan makam batu raksasa ini adalah sebagai berikut :
  • Pada abad XIV (tahun 1480) seorang pemuda bernama Kiding menjadi pemahat lubang pertama pada batu raksasa ini untuk makam mertuanya yang bernama Pong Raga dan Randa Tasik.
  • Pada abad XVI (tahun 1675) Kombong dan Lembang memahat lubang yang kedua.
  • Pada abad XVII, Rubak dan Datu Bua’ membuat lubang yang ketiga.
  • Sampai sekarang ini batu besar ini masih tetap digunakan dan pembuatan lubang yang baru.
Reference : Bibliography 077
Related post :   Sirope | Situs purbakala Lion Tondok Iring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!