Menu Tutup

Lo’ko’ Nippon & Buntu Tongko | Goa Jepang

Lo’ko’ Nippon atau Goa Jepang (lo’ko’ = goa; Nippon = Jepang) adalah sebuah goa bersejarah yang sesuai dengan namanya, terkenal sejak digunakan oleh tentara Jepang sebagai benteng atau bunker pertahanan pada masa penjajahan. Tentara Jepang berada di goa ini sekitar tahun 1941 silam.

Pada masa pendudukan itu, goa ini direncanakan oleh Jepang untuk dipasangi instalasi listrik didalamnya dengan memanfaatkan tenaga air dari mata air Sa’pak Bayo-bayo. Namun 5 hari sebelum menyala, kota Hiroshima dan Nagasaki telah dibom oleh tentara Amerika yang membuat Jepang menyerah kalah. Hal ini membuat semua tentara Jepang harus ditarik kembali ke negaranya dan meninggalkan Indonesia. Demikianpun  tentara Jepang yang bermarkas di Lo’ko’ Nippon juga segera meninggalkan goa tersebut.

Goa ini memiliki kedalaman sekitar 700 m dan terletak di sebuah bukit batu bernama Buntu (bukit/gunung) Tongko, kelurahan Tongko Sarapung, kecamatan Sangalla’. Selain goa Jepang ini, dibawah Buntu Tongko masih ada beberapa goa alam lainnya.

Dahulu diatas Buntu Tongko terdapat rumah adat (tongkonan) yang dibangun oleh seorang bangsawan bernama Puang Tomasaa bersama istrinya Puang Lai’ Daun la’bi’ dari Tarongko, Makale. Mereka memiliki anak bernama Puang Bilondo’ dan Puang Tumba’ Bilondo.

Tongkonan Buntu Tongko ini bergelar “Tongkonan Dipalondong Kila’na Padang di Sangalla’, To Dipasaungan La’te Lambunna Kabarrean Allo”. Tongkonan ini merupakan salah satu dari 4 tongkonan penyangga (a’pa’ tulakna) Tongkonan Layuk Kaero. Karena letaknya diatas bukit dan sulit dijangkau, maka Tongkonan Buntu Tongko kemudian dipindahkan oleh rumpun keluarga ke suatu tempat yang bernama Balabatu, tidak jauh dari lokasi semula.

Pada tebing-tebing Buntu Tongko, terdapat makam-makam yang dipahat ke dalam batu yang dimiliki oleh keturunan Puang Tomasaa.

Related post :   Air terjun Sarambu Assing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!