Menu Tutup

Lemo | Situs purbakala

Objek wisata Lemo terletak di Lemo, kelurahan Sarira, Makale Utara, berjarak sekitar 800 m dari jalan poros Rantepao-Makale. Lemo telah lama dikenal sebagai destinasi wisata dan menjadi langganan para turis, baik itu domestik maupun mancanegara. Apa saja yang bisa anda temukan di Lemo?. Berikut ulasan singkatnya.

Situs makam purba Lemo

Lemo merupakan situs pemakaman purba milik leluhur suku Toraja abad ke-XV yang dibuat pada batu berpahat (liang paa’).

pict by @scenicworldnet

Disebut Lemo karena terdapat sebuah batu besar berbentuk jeruk (Toraja : “lemo”) didalam salah satu goa milik Para (Panglili’ tondok) yang melindungi rakyat Lemo pada masa perang melawan kolonial Belanda. Terdapat puluhan liang batu kuno beserta dengan tau-tau yang melambangkan orang-orang yang dimakamkan disitu. Tau-tau diletakkan berjejer di depan liang batu yang menyebar arah utara ke selatan.

Pengelola     : Yayasan Para Lemo Jarak             : ± 9 km dari kota Makale atau ±11 km dari kota Rantepao Akses jalan  : jalan cor beton Retribusi       : rp10.000 (wisatawan lokal) dan rp20.000 (wisatawan mancanegara)

Pemakaman batu Lemo dibuat oleh salah satu tokoh Topadatindo yaitu Songgi’ Patalo, penguasa adat Lemo dan sekitarnya. Songgi’ Patalo merupakan keturunan Puang Tomembali Buntu dengan Tumba’ Tolayuk sekitar tahun 1650 SM. Tongkonannya adalah Tongkonan Tondok yang merupakan pusat pemerintahan adat Lemo dan sekitarnya. Lokasinya terletak diatas puncak gunung batu tempat dibuatnya liang-liang pahat Lemo.

pict by @pramudyawidita

Kuburan pertama pada pemakaman Lemo ini adalah liang sebelah kiri paling atas bagian utara yang dibuat sekitar tahun 1680 oleh keturunan Songgi’ Patalo bernama Sakkoda.

Tongkonan bersejarah di Lemo

Disamping pemakaman kuno, terdapat pula 3 tongkonan beserta 3 lumbung yang dibangun oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Dirjen Kebudayaan sebagai lambang 3 tongkonan panglili’ tondok dalam lingkungan Tallung Penanian, yang meliputi :

pict by @rizalauw
  • Para di Lemo
  • Arung di Rorre, dan
  • Pong Letten di Limbu

Terdapat pula 3 tongkonan utama sebagai simbol masyarakat Lemo secara keseluruhan yaitu :

  • Tongkonan Tumika
  • Tongkonan Tambolang
  • Tongkonan Tondok

Panorama alam

Tak kalah menariknya di situs ini adalah panorama alam yang sangat indah. Dikelilingi oleh hamparan sawah dan kemegahan buntu Sarira yang menjulang. Akan sangat eksotis bila mengunjungi Lemo menjelang panen padi.

pict by @panoviewsofficial

Souvenir

Para wisatawan tidak perlu khawatir dengan souvenir saat berkunjung ke Lemo karena banyak penjual souvenir khas Toraja yang berjejer di sepanjang jalan masuk. Terdapat pula para pengrajin tau-tau (patung-patung) yang dapat dijumpai di dalam lokasi wisata.

pict by @lindaloudieerste

Waktu terbaik untuk mengunjungi Lemo adalah pagi hari saat matahari tepat menyinari tebing dimana gua-gua berpahat berjejer. Setelah puas berjalan-jalan di Lemo, menjelang siang hari anda bisa mengunjungi destinasi terdekat yaitu kolam alam Tilangnga’ yang hanya berjarak ±2 km saja.

Reference : Bibliography 043

Related post :   Pa'baladoan | The lovely of Masanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!