Menu Tutup

Kambira’ | Passilliran (baby grave)

Kambira’ merupakan destinasi wisata yang terletak di kelurahan Buntu Masakke’ kecamatan Sangalla’.  Disini terdapat pekuburan bayi (baby grave) pada pohon yang sering dikunjungi wisatawan. Disekitar lokasi terdapat penjual kerajinan tradisional Toraja yang dapat dibeli sebagai oleh-oleh. Biaya masuk adalah rp 10 ribu untuk wisatawan domestik dan rp 20 ribu untuk wisatawan mancanegara.

pict by @lukmanzyah_

Salah satu pemakaman unik di Toraja adalah kuburan bayi di pohon. Bayi yang belum tumbuh giginya menurut kepercayaan tradisional Toraja akan dimakamkan dalam sebatang pohon hidup yang besar. Batang pohon dipahat dan mayat bayi dimasukkan kedalamnya dalam posisi berdiri menghadap keluar. Makam kemudian ditutup dengan pelepah pinang atau ijuk yang diikat dengan anyaman tali dari bulu ijuk.

Pemakaman dengan cara seperti ini dikenal sebagai passilliran. Ada beberapa lokasi pekuburan bayi (passilliran) pada pohon yang ada di Toraja salah satu yang terkenal dan sering dikunjungi wisatawan adalah di Kambira’ ini.

Beberapa pohon yang biasa dipakai sebagai passilliran adalah pohon tarra’, sipate dan lamba’. Passilliran di kambira’ menggunakan pohon tarra’ (kluwih). Dalam kepercayaan tradisional Toraja, pohon-pohon ini dipilih karena mempunyai getah berwarna putih yang mirip air susu ibu sehingga sang bayi tetap dapat menyusui seperti kepada ibunya sendiri. Posisi jenazah yang berdiri menghadap keluar, karena si bayi akan terbang langsung kepada Pencipta sehingga tidak boleh menyentuh tanah maupun batu.

Reference : Bibliography 043

Related post :   Mebali Marinding | Situs purbakala

1 Comment

  1. Pingback:Suaya, pemakaman raja-raja Sangalla' | langkanmaega.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!