Menu Tutup

Rante Karassik | Situs megalitik

Rante Karassik terletak di Kelurahan Rinding Batu, Kecamatan Kesu’, Toraja Utara. Rante Karassik merupakan tempat pelaksanaan upacara adat pemakaman bangsawan dari tongkonan Potoksia Buntu Pune.

Rante ini mulai dipergunakan oleh Pong Maramba’ pada abad ke-19 untuk upacara adat rambu solo’ rapasan sundun bagi keluarganya. Terdapat puluhan simbuang batu (menhir/megalit) berbagai ukuran yang didirikan sebagai pertanda bahwa telah banyak upacara rambu solo’ tingkatan tertinggi yakni tingkat rapasan yang dilaksanakan ditempat ini.

Menhir di Rante Karassik

Ketika pertama kali didirikan, lokasi rante berada di Rante Menduruk. Batu simbuang pertama kali didirikan untuk pemakaman Sindo’ Lai’ Karippang pada tahun 1905. Setelah upacara pemakaman selesai, tentara Belanda datang meminta pondok (lantang) tempat mengadakan upacara pemakaman tersebut kepada Siambe’ Pong Maramba’ untuk dijadikan asrama tentara. Lantang akan diberikan jika Belanda memindahkan batu simbuang ke Rante Karassik. Tentara Belanda menerima tawaran tersebut.

Pada tahun 1906 Belanda memindahkan batu simbuang ke rante di Karassik yakni tempatnya yang sekarang dan Rante Menduruk dijadikan asrama tentara Belanda yang sekarang ditempati Kodim 1414 Toraja. Rante Karassik telah berstatus cagar budaya sejak tahun 1979. Rante Karassik memiliki Tongkonan yang berstatus Pa’ Buntang Sugi’ yaitu Buntu Pune, di Kelurahan Ba’tan kecamatan Kesu’.

Rante Karassik adalah bagian dari situs purbakala Buntu Pune yang merupakan satu kesatuan yang telah dinominasikan untuk menjadi situs warisan dunia UNESCO.

Related post :   Patane Pong Massangka'

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!