Menu Tutup

Badong : nyanyian dan tarian kematian

Badong adalah syair kesedihan dan rintihan kedukaan (bating) yang dilantunkan dengan kata-kata berirama pada upacara adat rambu solo’ (kedukaan). Badong dilagukan secara berkelompok di halaman depan rumah kedukaan atau didepan pondok-pondok yang dibuat sekeliling tempat kedukaan untuk tamu dan keluarga yang datang melayat. Biasanya badong diadakan saat malam hari. Syair-syair badong dilakonkan secara terpisah-pisah dengan formasi dan berbagai variasi gerakan yang berbeda.

Orang yang tidak paham bahasa Toraja tidak akan mengerti lantunan dari to ma’badong (orang yang sedang melantunkan badong). Tidak semua upacara kematian dapat mengadakan badong, sangat tergantung kepada strata sosial atau kepercayaan dari si mati.

Saya sendiri bertahun-tahun tak memahami apa yang diucapkan oleh to ma’badong, selama itu saya mengira mereka hanya melantunkan kata-kata yang asal-asalan saja. Sebagai generasi Toraja adalah ironi apabila tidak memahami atau mengerti budaya sendiri. Saya mencari beberapa referensi mengenai badong dan menemukan beberapa.

Berikut ini beberapa syair badong yang diperoleh dari berbagai narasumber.

bating lan badong kadong bating pa’pakilala badong umbating badong ma’palao badong to Pangala’ badong to Sa’dan badong to Kesu’

Related post :   Londe Tananan Dapo'

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!