Menu Tutup

Ancestor story : Tau-tau, personifikasi bangsawan

Tau-tau dalam bahasa Toraja berasal dari kata “tau” artinya orang atau manusia. Tau-tau adalah patung yang dibuat secara khusus sebagai personifikasi atau pengumpamaan/pelambangan bagi seseorang yang telah meninggal dunia. Pembuatan tau-tau didasarkan pada strata sosial yang bersangkutan.
  • Tau-tau yang terbuat dari kayu nangka, diperuntukkan bagi golongan bangsawan yang ketika upacara rambu solo’ (upacara kematian) dipotongkan 24 ekor kerbau atau lebih (dirapa’i).
  • Tau-tau yang dibuat dari bambu atau lampa (tau-tau lampa, lampa = bambu). Dibuatkan bagi keturunan bangsawan yang kurang mampu.
  • Rakyat biasa dan hamba/kaunan tidak dibuatkan tau-tau.
Karena tau-tau merupakan lambang bagi yang meninggal, maka tau-tau diperlakukan layaknya manusia yang masih hidup seperti dikenakan pakaian, perhiasan, diberi makanan dan pangngan (sirih dan pinang). Tau-tau yang telah selesai dibuat selalu ditempatkan berdampingan dengan mayat yang meninggal. Tau-tau dibawa beserta dengan jenazah saat pemakaman ke liang atau kubur. Tau-tau ditempatkan diluar dan pada sebuah areal pemakaman akan ditempatkan berjejer di tempat yang telah dibuat secara khusus. Situs pemakaman yang memiliki banyak tau-tau antara lain Londa, Lemo, Suaya, dan Ke’te Kesu’.
Related post :   Rante Sullukan | Situs megalitik, La'bo'

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!